Showing posts with label STORY. Show all posts
Showing posts with label STORY. Show all posts

Saturday, August 29, 2015

THE MAGICAL 29

Hello, my cool new college student orientation friend. Still remembering our hard days of making that oh-so-crazy-tiring-sleepless task? You rarely talk to me back then. I don't even dare to text you first. I don't even dare to talk with you alone. Funny.

Hello, my oh-so-you-are-on-the-same-major-with-me friend, we meet again. So you are on the same class with me today,huh? I saw you parked your blue motorcycle this morning. Have you done doing your homework? You laughing so hard with some of our friends. And I feel happy seeing that. And I feel happy to see your back from my seat, hey you my every class distractor.

Hello, my can-I-get-a-ride-from-you friend. Thank you for dropping me off on my boarding house. Today's campuss event was so fun. I'm going to put a super wide smile on my sleep. Mind to disturb me in my dream, tonight?

Hello, my current fave texting friend. Just so you know, your first "good night" text made me spazzed out for a while. My each ear was pulling out my lips. And suddenly I feel so ticklish. Bet the butterflies already flying around in my stomach :)

Hello, my life partner for this 8 years long. Time flies. This day has come. Don't you feel this is a bit surreal, huh? Do you still remember our silly daydreaming? little hopes? and big wishes? Honestly, I had sent so many many of them to God in my every prayer, in secret. For good. For God to makes you the one who standing beside me, today.

Hello, my never ending life energizer. Stop. Don't laughing at me, for making all these cheesy confessions. But hey, it's our day anyway, so who care? :D

Congratulation for being my husband from now on. Prepare your self to have an overjoyed life and love.


Your #1 fan,
07/250837/TK/32422






A moment before I'm becoming Mrs. Damareza.
Poetry

Thursday, July 31, 2014

Dia Dalam Imaji.

Aku ingat ketika cintaku jatuh perlahan di kaki nya.Ketika yang kugambar di sela jam kuliah adalah wajahnya, bukan lagi pohon ataupun secangkir kopi.Aku bingung. Di mata ku tiba-tiba memiliki magnet yang saling tarik-menarik dengan magnet di badannya. Aku melihat jelas, kupu-kupu berterbangan di sekitarnya. Jika dia sesekali menengok ke arah ku, tiba-tiba leher ku berat langsung tertunduk. Keramik-keramik kelas menjadi warna-warni. Kelap -kelip berganti warna pelangi. Bibirku melebar di tarik kuping kanan dan kiri. Oh ya satu lagi, ada yang aneh di dada ku. Seperti ada yang mengetuk-ngetuk. Seperti ada yang ingin masuk.

Dia juga aneh. Ada banyak kunang-kunang menempel di bajunya, bersinar-sinar dengan terang. Kupu-kupu berdatangan dan hinggap di kepala, kemudian berubah menjadi bunga. Bunga berbagai rupa dengan harum sampai hidungku.

Kupu-kupu tadi, tiba-tiba datang ke arahku. Sebagian mengelitik pinggang ku, dan ketika aku tertawa, sebagian lagi masuk ke mulutku. Mereka berkejaran di tenggorokanku, kemudian menari mengelilingi perutku.Badanku semakin tidak karuan. Ketukan di dadaku semakin keras, tarian di perutku semakin cepat.

Oh, dia mendekat!


With a cup of Frozen Cappuccino and Fettuccine Aglio Olio.

Poetry.

Thursday, July 24, 2014

My Bucket List!

Some of them have been done, and some other haven't.
Keep saving, keep traveling!
You only live once anywaaay~

  1. Eat Nasi Padang in Padang
  2. Eat Pempek in Palembang
  3. Eat Pho in Vietnam
  4. Eat the best Bo Lo Bao in Hongkong
  5. Makassar culinary treats
  6. Bali trip
  7. Waking up with a sight of Toba Lake, Medan
  8. Waking up with a sight of Cimaja beach, Pelabuhan Ratu
  9. Cultural trip to Flores
  10. Swimming in Tanjung Cermin, Berau
  11. Rafting in Green Canyon, Pangandaran
  12. Family trip ALL IN to Mt. Bromo
  13. Stay for months in Karimunjawa, Jepara
  14. Hiking to Mt. Prau, Dieng
  15. Explore Borneo!
  16. Jazz Gunung 2015
  17. Backpacking in Malaysia
  18. Backpacking in Thailand
  19. Overseas solo traveling
  20. Singapore - USS Holiday Trip
  21. Amusement Park Date with You!
  22. Umroh to Mecca
  23. Autumn in Korea (Seoul, Jeju, Busan)
  24. Winter in Japan (Tokyo, Hokkaido)
  25. Watching aurora with spouse (Norwaaaay!)
  26. Smiling cheerfully in Santorini, Greece. haha.
  27. Holly Festival in India
  28. Go to BIGBANG Concert
  29. Go to CNBLUE Concert
  30. Go to YG Family Concert
  31. Take a pose in front of YG Building! hehe
  32. Go to G-Dragon Solo Concert
  33. Go to Pharrel Williams/NERD Concert
  34. Go to SOAD Concert
  35. Watching 4Men live performance
  36. Watching Ailee live performance
  37. Watching IU live performance
  38. Watching Timnas at GBK with my kiddos
  39. Having rumah baca at my home town
  40. Java trip on road with my spouse
  41. Getting married with emerald or navy or nude kebaya :D
  42. Cirebon Trip
  43. Trying Paragliding
  44. Trying Marine Bridge
  45. Trying Rappeling

33,3% done, 66,7% to go!
A GO GO GOO!

Wednesday, November 20, 2013

Alles Gute zum Geburtstag!



This is the look, that made me head over heels in love six years back then.

Your scent, your laugh, your step, your gaze. Everything turn me into that awkward girl every time I run into you. My heart beats so crazily that I think it was going to explode.

White shirt, blue jeans, white sneaker, black backpack. I do still remember the moment you came from back gate of our campuss. Six point thirty a.m, first class in such morning. Monday.

Breezy weather, a bit windy, fresh air to breathe, and a little sunflare comes through the window. Isn't it a perfect moment to fall in love?

Spending time with you was the second happiest moment of my life. The happiest being… the first time I met you. Just so you know.

Happy Birthday, my world's best energizer!
I love you. I do.


Your number #1 fan,
Putu.

Monday, June 18, 2012

My Supermans!

My supermans!


Suddenly, I miss them a lot. Pria-pria di atas yang selalu nemenin saya dari jaman saya kecil. Main tak umpet, main abc lima dasar, tempat curhat siang malem. We're known for being geng komplek, :p. 

Being protected, being the youngest sometime makes me happy yet a bit sad. Happy that I know I have five man as my guardian, yet sad that I know we couldn't just like back then. They had grown up being a man. Actually there was two other, but i can't find their photos. Those five boys (ang heri, wahyu, ebi, ana, ang ye), four of them already being a married man, with three of them already had a son. Only me and the peanuts left (peanuts, a nickname given for Wahyu). I'm the youngest, and he still pursue his dreams. But we both happy for the other. Play together, grow up together. It really become my precious thing in my life. 

So here I am, praying for all of you where ever you are, what ever you were being right now. Let this universe played it's role, and hope we can meet someday with all of our child :)





Bekasi, June 18, 2012.

Monday, April 9, 2012

Ini Bukan Perjalanan Memori

Aku putuskan ini akan menjadi sebuah perjalanan memori. Kembali sejenak ke kota yang penuh kenyamanan, sebelum aku menghadapi fase hidup selanjutnya.

Ada setumpuk harapan terselip. Berharap setiap oksigen yang ku hirup sama segarnya. Berharap setiap terik matahari yang membakar sama perihnya. Berharap setiap langkah sama ringannya.

Keretaku sampai pukul lima. Langkah kaki ini aku derapkan kembali di Jogjakarta.

Embun selepas solat subuh memang sama dingin. Tetapi, ada segelintir kealfaan menghadang perlahan.

Perasaanku tidak seantusias dulu. Kamu tahu kenapa? Karena bukan kamu yang menungguku manis di gerbang Stasiun Tugu.

Lampu-lampu jalan masih sama indahnya. Kosongnya jalanan juga masih sama damainya. Jogjaku masih indah, tetapi Mengapa tidak meriah.


●●●



Sudah siang hari , dan nyatanya aku malah malas pergi karena teriknya matahari. Lalu buat apa aku kemari?

Aku seperti Mbah Surip. Bangun tidur, tidur lagi. Bangun lagi, tidur lagi.

Dan kemudian kuputuskan untuk melanjutkan niatanku kembali. Aku datang untuk memori.

Setiap jalanan yang kita lewati di kota ini. Setiap harum warung makan yang biasa kita singgahi. Aku terpaku.

Aku putuskan untuk membeli makanan dari tempat-tempat itu. Berharap ada perasaan yang sama. Berharap dapat merasakan sensasi yang serupa.

Bukan, bukan memori manis yang menghampiriku. Justru segerombol rasa getir menyeruak. Jantungku seperti terhimpit, sesak. Mataku perih, perih sekali. Bukan ini yang aku harapkan. Bukan, Tuhan.


●●●



Senja tiba. Aku berada di jalan besar sekitar bandara. Jalanan beratap langit biru mempesona. Tempat kita mengagumi perbukitan Wonosari. Tempat aku selalu meneriakkan, “lihaat..pesawatnya dekat sekali dari sini!”.

Kamu tahu? Rasa getir itu datang lagi.

Aku merindukanmu amat sangat. Semoga senja di tempatmu juga sama hangat. (Fira Basuki's words)


●●●


Hari ke dua. Aku bangun cukup pagi untuk menyelesaikan beberapa urusanku. Selepasnya, sudah aku putuskan tempat makan siang untuk hari ini.

Lokasi makan yang terpencil. Tempat makan favorit aku, kamu, dan teman-teman kita. Menemukan masakan Sunda di tanah Jawa seperti menemukan harta karun buatku. Menu sayur asem, ikan asin, dan sambal terasi yang hanya tersedia di hari Selasa dan Jumat bagai primadona di sini.

Aku coba makan dengan lahap. Aku coba makan tanpa mengingat. Seketika aku ingin mengubah tujuanku. Ini bukan perjalanan memori. Ini perjalanan biasa saja. Aku tidak ingin rasa getir menyesakkan itu datang lagi.

Kemudian hujan turun deras sekali menjelang magrib. Aku dalam perjalanan menuju sebuah toko buku. Bajuku basah, badanku dingin. Tapi aku tahu, dingin ini belum seberapa dibanding kekosongan di pikiranku.


●●●


Hari ke tiga. Aku memutuskan untuk meyudahi perjalanan ini.

Aku mulai mengingat kembali semuanya. Aku kira aku rindu pada ini semua. Aku kira aku bisa merasakan hal yang sama.

Aku rindu. Aku rindu kamu menunggu di depan pagar. Aku rindu kamu memakaikan mantel di kala hujan. Aku rindu kamu memakaikan pelindung kepala ketika tanganku penuh memegang barang. Aku rindu kamu menggenggam jariku dengan satu tangan. Aku rindu hari Sabtu yang selalu kita nantikan.

Aku menarik nafas panjang. Seketika aku merasa perjalanan ini tidak berguna. Jogjakarta memang sangat berarti, tapi ternyata kamu lah yang member arti.

Lampu-lampu jalan masih sama indahnya. Kosongnya jalanan juga masih sama damainya.

Biar memori tetap jadi memori. Percuma aku mencari-cari, toh faktanya tidak ada satupun perasaan yang aku dapatkan dengan serupa.

Selamat tinggal, Jogjakarta. Terima kasih telah menjadi tempat kami menyulam memori terbaik dalam hidup, sampai hari ini.





Yogyakarta, 4 Maret 2012.

Tuesday, January 31, 2012

Untuk @saesaalindra

This is for who I called, bestfriend.

Sudah lama, lama sekali. Waktu pertama kali saya bertemu dengan dia. Kami masih amat sangat belia, saking belianya bias dibilang masih jaman kuncir kuda. Muka masih lusuh, badan masih amat sangat kurus, dan kerjaan masih lari-lari teriak-teriak saja.

Sudah lama sekali, waktu kami pertama kali bertegur sapa. Kira-kira tingkat empat, empat SD tapi, haha. Saya anak baru, dia anak lama. Saya anak pemalu, dan dia anak yang sering tertawa. 

Sudah lama sekali, waktu kami duduk bersama. Waktu itu tingkat satu, Sekolah Menengah Pertama. Kita berjuang masuk di SMP favorit yang sama, kelas yang sama, dan memutuskan untuk duduk bersama. Dia anak yang rajin dan cerdas, itu yang ada di pikiran saya waktu itu. Beda sama saya, saya itu rajinnya mepet, tapi sama-sama cerdas, hahaha. Jemputan yang sama, arah rumah yang sama.

Sudah lama sekali, waktu kita sama-sama mengenal cinta pertama. Semua ditumpah-ruahkan pada buku yang sama. Pagi siang sore malam, tak pernah bosan kami bercerita. Teman, pelajaran, perasaan, semua saling dibagi rata tanpa sisa. Pulang pergi naik angkutan kota pada tingkat dua. Punya teman-teman yang sama, dan amat sangat berharga. Membentuk sebuah kelompok teman seperti anak-anak abege pada umumnya. Ada 10 orang, di mana kami berdua termasuk di dalamnya. Sepuluh orang yang sangat istimewa. Gonzed namanya.

Dan memang sudah lama, ketika kami mulai tumbuh menjadi remaja. Masuk kembali ke Sekolah Menegah Atas  favorit yang sama. Sayangnya kita tidak pernah berkesempatan satu ruang. Perjalanan mencari jati diri masih dilakukan bersama. Walaupun pernah diselingi salah paham, tapi hati kami tetap tidak bisa saling berjauhan. Tetap meminta sebuah kebersamaan. Berapapun bertambahnya teman-teman kami yang lain, dia tetap ada di lingkaran yang paling dalam. Siapapun orang-orang yang pernah singgah di hatinya, aku tahu, dan hapal urutannya :D

Kami berbeda. Dia periang, saya pendiam. Dia lebih suka berbicara, saya lebih suka mendengar. Dia lebih suka mengkritisi, saya lebih sering tidak acuh. Dia bisa pergi-pergi sendiri, saya harus ditemani. Dia rajin belajar, saya rajin menggambar, haha. Dia ikut cheerleading, saya anti cheerleading. Dia pandai ber make-up, saya pintar cuci muka. Dia punya baju warna-warni, baju saya hitam-putih-abu. Dia tidak bisa mengendarai  motor, saya bisa mengendarai motor. Dia bisa mengendarai mobil, saya tidak bisa mengendarai mobil, hahaha. Itulah kami, saling melengkapi.

Hari ini, 31 Januari 2012. Tidak butuh waktu yang lama untuk mengenang semuanya, setelah 13 tahun kita berbagi segalanya. Selamat ulang tahun, Fauziah Saesaria Alindra. Maaf aku selalu tidak bisa hadir di setiap hari pergantian usiamu selama beberapa tahun terakhir. Doaku selalu untukmu, untuk cinta dan cita-citamu. I love you, @saesaalindra. Very much. 














Jogjakarta, 31 Januari 2012
Dini hari, sembari main the sims social :D

Thursday, January 19, 2012

absurdity. aku ke kanan, kamu ke kiri.

Percakapan pada pesan melalui telepon seluler pada Rabu malam.

b: neng, lg apa?

s: lagi ngawang. aku gatau ada di mana. aku lepas, aku meretas.
.
b: woy, jangan kebanyakan bengong. entar kalo lepas beneran gimana.

s:  pada siapa aku meminta, jika dunia semakin merenta. peluk cium yang kau berikan, mengapa semua terbatas angan. aku tenggelam, dalam karam.

b: wogh, apaan dah kamu ini. udah deh sini ke jogja aja.

s: kepala lelah tengadah, sandaranku hilang dalam jarak. menjejak tanah, menepi pada setiap sepi-sepi.

b: mau kamu ngarang kaya apa juga aku ga ngerti.

s: mengapa kamu diam, sayang. Diam pada kata, diam pada pelita, diam dalam kesederhanaan rasa kita. Raih aku, dengan sejumput rindu tanpa benalu.

b: sadar, sayang. sabar, sayang.

s: sadarkan aku, dari asa melaju tinggi sempurna. sabarkan aku, dari jengkalan tangan tanpa hingga.

 b: ----------- (gada balesan lagi. gakuat kayanya) haha.



18 Jan'12
ketika rindu datang memburu (cih.)

Tuesday, March 22, 2011

diseleksia kata.

malam-malam, berjalan di sebuah departement store,
merujuk pada sebuah baju nan ciamik.

niat hati mau bilang : 
"kamu mau aku pake ini?"

yang keluar:
"kamu mau pake aku?"

yang menjawab:
"oh..mau neng. kalo kamu ngebolehin"

 DANG!!!



Yogyakarta, 21 Maret'11
ketika bermalam selasa-an.

Thursday, March 17, 2011

random talk!

pertamanya ngomongin film. terus entah kenapa jadi ngerembet ke sora aoi. terus ngelantur ngomongin JAV. terus tiba-tiba nyambung ke cerita tentang pendidikan indonesia. terus lagi ngayal niatnya ngebenahin SD inpres di kampung halaman. terus penolakan sama sistem pemerintah. cerita lanjut ke korupsi. keprihatinan sama birokrasi pemda. lalu menyambar keteguhan keluarga tidak mampu.


what a night! i think we should freeze our brains for a moment :D


Jogjakarta, March 13 2011
silly yet funny,

Sunday, March 6, 2011

Great day, Great friends, Great lover.

have a great day today..yeay!
first, this is the arrival day of my Bonch to jogja, because he has terminated his internship finally. [i miss him, but i never said it even just once, as i promised :p ] he looks a bit stout, yet i happy to see that :) happy to see that he was live happily there..

then, tonight im going with my besties. looking some clothes for an interview. yes, my friend were going to have an interview tomorrow, as a flight attendant for pilgrim to Mecca. and it was very funny when we order her a try for some clothes we picked. she has a very tiny body, so a bit difficult to find the most fitted clothes. but everybody knows that you're pretty, girl!
ya, a woman is still a woman, always make a commotion when they were together. but you have to know that it's a very great moment to enjoy :D

as Hillaire Belloc said,
There is nothing worth the wear of winning, but laughter and the love of friends.
great day, great friends, great lover. 
thanks for letting me having all of those treasure, my dear God.
Jogja, March 3rd 2011.
when so much work to be done.

Sunday, November 21, 2010

19 yang ke 36 :)


Terima kasih karena kamu selalu jadi teman berbicara, walau selebihnya kamu hanya mendengarkan, dan aku yang berbicara, tanpa henti.

Terima kasih untuk segala harapan indah di masa nanti, dan terima kasih juga karena kamu selalu mengingatkan bahwa belum ada yang pasti sampai kita sendiri yang menjalani.

Kita masih berjalan, sampai waktu yang tidak ditentukan. Sampai mungkin akan ada sebuah perhentian. Dimana kamu atau aku akan ragu, apakah kita akan tetap berlari ke depan, atau sejenak beristirahat dan membiarkan salah satu dari kita tetap berlari, sendiri.

Tapi semua hal itu yang membuat aku semakin bersyukur. Karena kemarin, hari ini, dan semoga esok hari, masih ada kamu di sini. Sampai perhentian itu datang, yang akan sangat aku usahakan agar tidak seorangpun dari kita akan tergoda untuk duduk sejenak. Aku akan terus mengajakmu berlari.


i love you because you was you, and i was i.
And everytime you smile at me, it is an action of love, a gift to me, and a beautiful thing :)
*it is not n love anniversary essay, it's my words to you.
to show that i'm very lucky to have a man like you

bekasi, 21 November 2010.
di siang yang puanass.

Friday, November 5, 2010

Detik-detik Evakuasi Merapi: Ketika Bernard Berhenti Tertawa

i just like the way he wrote the story. and i would share it to all of you, to tell how patethic the situation in Yogyakarta right now.
but once more, this is not a punishment. this is the way to make Jogja's people being more strong.
for the author : let me share this ya! :)
source here.


Hujan abu masih turun tipis di luar jendela ketika saya menulis ini. Limabelas jam yang lalu, jam 19.30, 4 November 2010, sedikit heranketika ambulan jemputan tiba di rumah on time, saya dan rekan dari Puskesmas berangkat tugas jaga pos kesehatan Hargobinangun. Cuacamendung, nyaman menyeka kering abu yang membedaki Beran (ibukota administratif Sleman), perlahan kami berangkat melintasi desa-desa menuju Hargobinangun, 17 km dari puncak Merapi. Harapan yang cerah, jaga malam santai, cuaca dingin yang nyaman, plus minumsusu dan obrolan hangat di pos kesehatan menanti kami. Setidaknya itu bertahan sampai 1/4 perjalanan, ketika memasuki wilayah Ngaglik,25 km dari puncak Merapi, kabut menyergap kami. Aneh, kabut di jarak sejauh ini dari gunung. Kabut yang aneh pula, tidak dingin dansejuk, tapi pucat, kering, pengap, tak bergerak, dan terasa sangat berat untuk ditembus. Kabut serupa yang saya jumpai mengawali hujanpasir erupsi besar Merapi Sabtu dini hari lalu. Pikiran saya melayang jauh ke pos tujuan kami, amankah?. Di benak saya, jangan-janganHargobinangun dan 5000 penghuninya sudah tenggelam dalam pasir seperti kota Pompeii. Dan kami telusuri lembah-lembah gelap desaterakhir dengan pikiran kelam.

Hingga kilometer terdekat dengan barak pengungsian Hargobinangun kabut diam itu masih sangat pekat. Di tepian jalan kaliurang, satukilometer di bawah barak, tampak stasiun TV swasta sedang live di tepi jalan, agaknya menyadari juga fenomena aneh setelah hujanseharian itu. Semoga mereka tidak membuat berita menyesatkan seperti kemarin. Cukup melegakan. Lebih melegakan lagi ketika beberaparatus meter kemudian kabut itu menipis, teriring ramai cahaya balai desa Hargobinangun, barak pengungsian terbesar dan terkokoh daribarak lain. Pukul delapan malam namun barak sudah sepi. Dipeluk kabut yang berubah menjadi hujan abu ringan, nampaknya semuapengungsi terbaring nyaman beristirahat di 3 komplek bangunan permanen yang tersedia (balai desa, gedung SD dan SMP, dan bangunankhusus barak raksasa hasil cicilan masyarakat Pakem). Dan pos kesehatan, markas besar kami, masih tampak serupa, penuh tumpukan obatyang terlalu lengkap karena banyak sponsor, catatan resep tak jelas, register setumpuk, dan kardus-kardus masker, dan anggota-anggotaTagana yang bercengkerama.

Menyenangkan jaga malam di pos kesehatan Hargobinangun akhir-akhir ini, tenang, tidak begitu berjubel pasien. Beruntung kami denganadanya beberapa pos kesehatan LSM yang didirikan di sudut-sudut lain barak, beban berkurang, hanya cukup sedikit koordinasi, obatmereka yang lebih lengkap dan coverage pasien maksimal. Hingga untuk ukuran Puskesmas yang dipindah ke barak, kami bisa bersantai,jalan-jalan, dan tidur tentu saja. Dan anggota-anggota Tagana (Taruna Siaga Bencana) yang memiliki bench tepat di depan bench kamiitulah pelampiasan keisengan. Kebetulan topik malam itu ketawa ala Bernard Bear, dan ternyata mereka fasih menirukan gaya si beruanggendut tersebut, sepertinya semalaman kami akan berhaha hihi.

Getaran dan gemuruh merapi tak pernah henti terdengan sejak saya tiba. Akhirnya terbiasa, baik pengungsi maupun saya, dengan bunyiseperti dentum, deru dan guntur bersambungan yang membuat kaca berderak, hingga menggetarkan badan yang diam. Jam menunjukkanpukul 23.30 ketika beruang-beruang di pos kesehatan menggelar kasur dan membaca doa pengantar tidur, berharap semua tenang. Semuaterlelap, kecuali saya yang memang tak mudah tidur di kondisi tersebut. Saya mencoba mengabaikan, tapi menjelang pukul 00.00 sayarasakan bunyi gemuruh itu semakin keras, semakin dekat, semakin mengguncang. Agaknya beberapa rekan dan pengungsi jugamerasakannya. Mereka berjalan dan berkumpul di halaman luar balai desa. Saya bangkit, memakai sepatu dan menatap mereka dari selasarpos kesehatan. Tampak kepala desa dan koordinator barak sibuk mengontak HT, sesaat kemudian tiba-tiba mereka berlari menujubeberapa barak, diikuti anggota-anggota TNI. Saya masih berdiri di depan pos kesehatan, terheran dengan gemuruh yang makin mengeras,dan mulai curiga ketika kabut aneh serupa ketika saya tiba muncul kembali dan memekat. Tiba-tiba terdengar keributan, pengungsi di barakterdekat berhamburan keluar menuju jalan, semakin banyak yang menghambur keluar. Satu yang melintas saya hentikan, dan pertanyakankenapa, jawaban menghambur dalam kepanikan "dok, semua pengungsi diminta segera turun ke stadion Maguwoharjo!"

Maguwoharjo? sungguh tak masuk akal menurut saya, bukankah itu di tepian kota? 25 kilometer lebih evakuasi masif ribuan orang dalamhitungan menit!??

Kepanikan menyeruak, barak Hargobinangun yang semula lelap sontak bangun dalam histeria ancaman bencana. Pengungsi berlarian kejalan, menaiki angkutan apapun yang kebetulan berada. Puluhan TNI yang tegar tak kuasa menahan 5000an orang yang berhamburan,dalam teriak dan tangis, berebut kendaraan.Truk, bus, mobil, pikap, pengangkut pasir sekejap penuh sesak dengan manusia, berdesakan,berebutan, saling himpit. Carut marut suasana panik, tangis bercampur dengan teriakan memanggil dan mencari sanak keluarga. Sepasangmanula berpakaian lusuh seadanya, berusaha berlari menuju jalan masing-masing tangan penuh memegang kardus, tikar dan bungkusan;hebatnya mereka masih berusaha berpegang tangan. Seorang lelaki renta, lupa tak menenteng apa-apa, berdiri kebingungan melihatperebutan sudut ruang angkutan yang tersedia, mematung tanpa bisa berkata; hingga beberapa anggota TNI mengangkatnya ke atas trukbak terbuka. Anak-anak menangis, tak tahu apa yang diperbuat orang tuanya, menyeret mereka dari tidur lelapnya. Semua teriakmenenangkan tenggelam dalam badai kepanikan, hingga serak suara dan kami tertunduk putus asa. Bayangkan, dalam 20 menit 5000orang telah bergerak dalam muatan penuh sesak yang penuh tangis..

Dua orang jompo yang tak dapat berjalan menjadi jatah evakuasi kami, ambulan yang penuh sesak beranjak pelan menjadi angkutanpengungsi terakhir. Tatap mata nanar sang kakek menatap balai pengungsian yang sekian hari telah dihuninya, ruang-ruang yang semulariuh tampak senyap, pintu-pintunya ditutup dan dikunci oleh TNI dan Tagana terakhir yang pemberani. Barang-barang pengungsi tampakberceceran, di dalam maupun di halaman, terserak pula dalam kenangan. banyak diantara mereka yang hanya membawa baju yang merekapakai. Dalam senyap, ambulan kami melaju, dan hujan turun perlahan...setidaknya bila memang itu dapat disebut hujan.

Semula memang tetes air yang menyentuh lengan, namun beberapa saat kemudian tetes itu menghitam dan berubah menjadi bulatan-bulatan besar tepat saat kami memasuki ambulan, 15 menit setelah rombongan utama berangkat. Kemudian bukan lagi air yang jatuh darilangit, namun lumpur bercampur kerikil. Ambulan yang bergerak pelan, berjalan semakin pelan karena penyeka kaca depan tak mampumenepis hujan lumpur. Sesekali kami berhenti, menyiramkan air mineral kemasan ke kaca depan, sekalipun sekian detik kemudian kaca itusudah terpekati pasir kembali. Menit demi menit kami merangkak turun, ke selatan, menjauh dari sumber petaka. Memasuki distrik Pakem,3 km di bawah Hargobinangun, kami baru menyadari bahwa wilayah itu sudah seperti kota mati, listrik padam, hanya pengendara sepedamotor berjajar di emper toko karena tak kuat menembus hujan lumpur. Kemacetan terjadi di ketika melewati kampus UII 4 km kemudian,agaknya para mahasiswa panik dan berebut mengungsi ketika mengetahui rombongan utama pengungsi Hargobinangun melintas. Jalanutama penuh, benturan antar kendaraan tak ayal terjadi. Terjebak dalam kecepatan nol, kami pasrah. Saya hanya menatap kaca mobil yangtak mampu meneruskan pandang. Gurat-gurat lumpur di balik kaca mengalir, sebagaimana air mata ribuan pengungsi di kendaraan bakterbuka, menembus siraman lumpur pasir dan kerikil, meniti kilo demi kilo yang berlalu begitu pelan. Dan benar bahwa waktu terasabertahun untuk hal yang tak kita sukai..

Duapuluhribu pengungsi bergerak sekaligus menembus malam badai. Entah berapa ratus pengungsi yang tercerai dari keluarganya danberapa lagi yang mengalami kecelakaan di perjalanan mengerikan sekaligus menakjubkan ini..

Lebih dari satu jam perjalanan kami memasuki pinggiran kota, melintas ringroad menuju Stadion Maguwoharjo. Hujan tak turun sejak kamimendekati kota, tapi debu vulkanik pekat menghambat pandang. Saya belum pernah datang ke stadion itu, hanya mengamati foto, stadionbaru yang agak tersendat pembangunannya, landskap absurd di tengah pemukiman penduduk suburban, yang belum disetting sebagaibarak pengungsian. Namun bayangan kelam saya sontak hilang ketika cahaya kemilau itu muncul di depan kami. Layaknya bahtera di lautankelabu, bangunan besar itu terapung bercahaya, begitu cerah, begitu hangat. Perlahan kami mendekat. Tiga lantai, penuh manusia, danmasih juga dikitari manusia dan kendaraan. Puluhan petugas menyambut dan mengarahkan kami. Perjalanan hitam berakhir, entah kenapabadan kami yang diberati pasir dan debu, seolah terlepas dan menjadi ringan, sangat ringan..

Entah kenapa, dalam kondisi seperti itu rasa lelah sama sekali tak terasa. Selepas dropping pasien bawaan di ruang observasi, saya masihmeneruskan pemeriksaan dan pengobatan umum hingga siang menjelang. Pepatah kuno bilang, manusia lebih cepat letih bila sedangaktivitas bersenang-senang.. benarkah?

HT berteriak, mengabarkan banyak korban tewas di Argomulyo, Cangkringan.. Ya, mengungsi adalah dilema. Mudah bagi mereka berkata"sudah disuruh mengungsi tetap bandel".. mungkin sang pemberi komentar tersebut sekali waktu perlu mengalami menjadi dan merasakanhidup sebagai pengungsi Merapi.

Dan benar, masalah utama mobilisasi mendadak masif tentu saja terpecahnya keluarga. Semenjak pagi, pengeras suara lebih banyakmeyerukan nama orang-orang yang mencari anggota keluarganya. Stadion Maguwo yang tak pernah memiliki perlengkapan barakpengungsian disulap menjadi barak seadanya. Pengungsi tak berharta benda duduk juga seadanya di lantai tanpa alas, setidaknya merekalega sudah jauh dari bahaya dan keluarga lengkap disisi mereka. Tenaga kesehatan pontang-panting menyusun pos Triase dan klinikdarurat, dengan obat dan SDM tercecer entah kemana, beruntung ratusan relawan kesehatan maupun non-kesehatan tetap setia bersamakami, keikhlasan mereka takkan pernah terbeli. Entah sampai kapan amukan Merapi menjadi, entah sampai kapan ribuan pengungsiterdampar di sini, tanpa bekal, jauh dari rumah dan ternak yang mereka sayangi.

Monday, November 1, 2010

Misteri Gunung Merapi

Hai, Sembara! di mana Farida kekasihmu berada?
Hai, Sembara! di mana Basir berada? di mana Ki Jabat bersembunyi?
di mana kalian sampai Merapi jadi seperti ini???

*pasca letusan Merapi.
mungkin, Sembara sudah dikalahkan oleh Mak Lampir.

DAN TERNYATA! :
sembara kawin lari sama farida. basir berkoalisi sama ki jabat. mereka sepakat untuk kabur. mereka sakit hati, karena tidak dipercaya jadi juru kunci.


Sunday, October 31, 2010

Merapi, i know you're not angry.

most people knows that Merapi did some eruption since a week ago.
and i know, that it would be a phatetic situation for us, most for Indonesia, since there was also so many calamity happened simultaneously.

here some conditions after all,
jogjakarta (my current city) covered by volcanic ash :


October, 30 - 2010
my kost. taken from upstairs
Engineering Faculty, UGM. my campus

sekip, UGM.

north ringroad. kaliurang km 6

Taken from UII campus.

God is not angry.Do not you remember that God is all-loving?
He just wants us to remember, that we still have a responsibilty to help others, not busy pursuing our own ambitions.

So we could give more love for fellow :)

#prayforIndonesia

i do, you do, and we all have to !




Yogyakarta, 311010
when i got a shortness of breath.

Sunday, October 17, 2010

andai kamu tahu..


-->
Andai kamu tahu, di jakal km 5 itu ada sebuah rumah. Rumah dimana ada banyak kamar di dalamnya. Di dalamnya yang dipenuhi orang-orang bermacam rupa. Dengan tabiat yang rupa-rupa pula. Kenapa ada banyak kamar? Bukan, bukan si empunya rumah punya banyak anak, bukan pula punya banyak cucu. Kamar banyak itu ditempati kami, bukan ditempati kamu. Karena itu kos kami, bukan kos kamu.
Andai kamu tahu, di kos itu ada sebuah teras. Dengan ubin yang tidak banyak-banyak. Itu kira-kira hanya punya ukuran 3 x 4. Dengan satu set sofa jaman dahulu kala. Berwarna cokelat, dengan kayu yang sekiranya sudah lapuk. Tapi andai kamu tahu, sungguh sangat nikmat tidur siang di salah satu sofa itu.
Andai kamu tahu, ada banyak teman-teman saya suka datang. Teman kuliah, teman sekolah, teman main, dan teman kanak-kanak. Ada juli, ada mega, ada nia, ada aya, ada mao yang suka gantian datang ke kos saya. Ada belajar, ada bermain, ada bertidur, ada mengajak makan. Oh ya! Ada otem, ada babon, ada coro, ada udin, ada tofa, ada eek, ada babi, ada welah, dan ada-ada saja meraka datang. Mengajak berkumpul, berkumpul yang baik-baik. Tanpa narkoba, tanpa miras, dan tanpa judi di dalamnya.
Andai kamu tahu, ya..andai saja kamu tahu. Di depan teras itu..teras berukuran 3x4 itu, sering terdapatlah sebuah motor biru. Motor yang selalu beroda dua. Tak pernah sekalipun dia melawan kodratnya untuk menambah roda. Kalau tiga, itu becak namanya. Ya, motor biru itu..yang dengan gagahnya sering membawa saya pergi. Pergi makan, pergi jajan, pergi jalan-jalan..
Andai kamu tahu, tentang si motor biru tadi. Motor biru yang sebenarnya selalu ditemani oleh 2 kerabatnya. Kamu tahu siapa?? Ya, itu dia.. ada dua buah pelindung kepala. Si kuning dan si hijau yang andai oh kamu tahu, sungguh senang saya melihat keakraban mereka. Sungguh..
Andai kamu tahu..di atas semua itu..di atas segala kos, motor, dan teman-temanitu . Ada seseorang yang saya ingin kamu tahu, bahwa dia adalah si pemilik motor yang membuat saya amat sangat ingin bertemu. Mengalahkan rasa ingin bertemu si kos, si sofa cokelat, maupun si motor biru. Ya, andai saja kamu tahu bahwa saya ingin benar-benar dia tahu, benar-benar tahu bahwa saya ingin sekali bertemu, dan kemudian memeluknya dengan erat.
Ah..Biar saja semua orang tahu.. 


bekasi, 17 Okt 2010.

di siang yang panas di hari yang libur.

Sunday, September 19, 2010

KKN UGM UNIT 102 Kemujan-Karimunjawa :))

Actually, i wanna tell you all the stories i have had when i was doing my Student Community Development Service in Karimunjawa Islands for about two months. But, i think some photos would be easier to tell you how great the moment was. Here we go!


our room! did you know? it containing 5 people in one room!

me and mine, when we were on Indonesian Independence Ceremony :)

at Cemara Besar Island, with my team. Mricaners!

we called it "Ngobor Kepiting".

this is the most scenery i loved! and i called it 3D mountain :)

independence day in Karimunjawa!

this is me and some of my friends at Gon Bajak.
the pier where i usually spent my midnight with fishing.

this is Asep! one of my best friend there..he is very kind and a helpful person. he always help me in everything if i was on affliction.

and this child named Rifky, people call him Kiki. i have a crush on him! :) hehee..

have fun in Cemara Kecil Island.

the Great KMP Muria..the main entry point in Karimunjawa..

me with some of student of SDN 05 Kemujan and SDN 03 Kemujan.

the full team of Raynor Javas! at the day without programs :)

last but not least, the Mricaners team! a random characters but full of Joyness..



so, that's some of my stories.
i would be very happy if all of you would come to Karimunjawa,

so, here i introduce my new hometown : Kemujan-Karimunjawa :)
visit Karimun,ya!

Wednesday, September 1, 2010

back from the hiatus!

oke, im back. after disappear for about two months.
wait for my journey telling ya!
this is a big.......deal.